Guru Mangaraja

Kesukaan TUAN SOGAR yaitu melakukan perjalanan (maredang-edang), maka pergi ke luat (daerah) Samosir.  Tak banyak cerita yang didengar dari orangtua di kampung Janjimatogu mengenai perjalanannya ke Samosir dan mengapa pergi dan pulang dari daerah Samosir tersebut.  Satu alasan yang selalu dipakai kenapa pergi ke Samosir karena ingin melakukan perjalanan (maredang-edang).  Penulis memandang sisi lain, bahwa TUAN SOGAR juga ingin banyak dikenal dan secara kedukunan juga ingin mencoba kekuatannya di tempat lain, karena di Janjimatogu dan sekitarnya sampai Porsea tidak ada lawannya.  Ketika pergi berkelanan ke Samosir didapat informasi bahwa TUAN SOGAR menikah dengan boru SIJABAT dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama GURU MANGARAJA.   TUAN SOGAR MANURUNG pulang ke Janjimatogu dengan membawa GURU MANGARAJA dimana TUAN SOGAR MANURUNG menggendong (dihadang-hadang) GURU MANGARAJA karena masih kecil pada waktu itu. Pulangnya TUAN SOGAR ke Janjimatogu tidak banyak cerita apakah istri yang meninggal atau cerai atau meninggalkan isteri dan sebagainya.  Boru SIJABAT tidak disebutkan bersertanya ketika pulang ke Janjimatogu, tetapi menurut berita yang ada bahwa GURU MANGARAJA menjadi besar karena dibesarkan oleh RAJA NATOTAR.  GURU MANGARAJA ini meninggalkan Janjimatogu kea rah Sibolga dan tidak ada keturunannya  tinggal di Janjimatogu.