Buku Manurung

Buku ini berjudul “RAJA MANURUNG tu Tuan Sogar Manurung dan Pomparannya: MULAK MA OGUNG tu SANGKE NA”, merupakan judul buku agak sedikit berbeda dari buku batak yang ditulis sebelumnya. Buku ini merupakan sebuah buku yang berisikan silsilah dari salah satu marga dari sekian marga yang ada yaitu Manurung dan khususnya satu ompung keturunan dari Hutagurgur Manurung atau sering disebut Manurung Sihahaan terutama kepada anaknya yang bernama TUAN SOGAR MANURUNG dan berlanjut kepada Punguan Tuan Sogar Manurung dohot Boruna (PTSMB).  Buku ini sudah direncanakan dua tahun sebelumnya dengan lingkup cerita yang lebih kecil yaitu Tuan Sogar Manurung.  Penulisan ini ditujukan untuk memberikan gambaran kepada keturunan dari Ompu Tuan Sogar Manurung mengenai silsilah Tuan Sogar Manurung dan keturunannya.  Bila diperhatikan secara seksama buku-buku silsilah Batak maka terlihat tidak banyak uraian yang menjelaskan mengenai Narasaon dan keturunannya dan termasuk Tuan Sogar Manurung karena salah satu keturunan Narasaon.  

Penulisan buku ini sering juga menemui persoalan dalam sumbernya, karena apa yang tertulis disini didasarkan kepada cerita dari berbagai pihak sehingga memenuhi pantun (umpama orang Batak) yaitu:  

Baliga di Baligahon, Barita ni Baritahon.  

Selanjutnya, cerita yang paling banyak kebenarannya menjadi bahan dan tertulis dalam buku, bila hanya sedikit kebenaran dikarenakan sedikit yang menceritakan tidak menjadi sumber dan masuk dalam buku ini. 

            Berdasarkan berbagai buku yang ada, Suku Batak asal mulanya bertempat tinggal di daerah Sianjur Mula-mula, dimana daerah ini sekarang menjadi daerah dari Kabupatan Samosir.  Sebelum ada pemekaran semua suku batak tinggal disekitar Kabupaten Tapanuli (terdiri dari Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan), Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo.  Gambar dibawah ini memperlihatkan Danau Toba sebagai sentral tempat tinggal orang Batak, dimana danau sangat kesohor ke seluruh Dunia. Bahkan baru-baru ini Pemerintahan Jokowi ingin membangun Danau Toba sebagai daerah pariwisata dan mendirikan sebuah lembaga pemerintah yang mengurusi Dana Toba ini disebut dengan Badan Otorita Danau Toba (BODT).  Pemerintah Jokowi menyiapkan dana sekitar Rp. 21 trilliun untuk membangun kawasan Danau Toba tersebut agar lebih cantik dan diminati pariwisata seluruh dunia.

 

Untuk Membaca Lebih Lanjut dapat di Download:

Attachment : Tarombo Manurung.pdf